WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro tanggal 6 Juli, Presiden Prabowo Subianto unjuk diplomasi dengan mengangkat isu Palestina dan menyerukan semangat solidaritas Bandung kepada negara-negara Global South. Aksinya nyaring, menunjukkan bahwa suara Indonesia tetap vokal dalam isu kemanusiaan.
Muhammad Kholid, Sekjen PKS, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Prabowo. Menurutnya, ini mencerminkan amanat konstitusi bahwa Indonesia harus pro‑aktif, adil, dan berpihak pada kemanusiaan. Sikap ini juga menegaskan bahwa diplomasi Indonesia bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tapi tentang suara moral dan historis.
Kholid menjelaskan bahwa pembicaraan Semangat Bandung bukan simbol kosong. Melainkan strategi konkret untuk menegaskan kerja sama Selatan-Selatan (South‑South Cooperation). Ini adalah modal kuat untuk memperkuat posisi Indonesia di BRICS, agar tak hanya jadi anggota, tapi juga penggerak agenda dunia yang berkeadilan.
PKS berjanji akan mengawal diplomasi tersebut dan mendukung langkah-langkah Indonesia di forum global. Mereka memperkirakan keikutsertaan aktif RI di BRICS termasuk di bidang energi, teknologi, dan sistem keuangan bisa jadi peluang besar untuk kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.







