WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) siap menorehkan sejarah baru di dunia pendidikan digital Kalimantan Selatan! Tiga sekolah di HST resmi menjadi kandidat Google Reference School, menandai langkah besar transformasi pembelajaran berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menyatakan bahwa pihaknya tengah fokus membangun ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). “Kita sudah punya sekitar 300 guru bersertifikasi Google Certified Educator. Ini menjadi bekal penting dalam mendorong pembelajaran berbasis digital dan AI di HST,” ujar Anhar, Jumat (11/7/2025). 3 Sekolah HST Siap Ukir Sejarah di Indonesia! Tiga sekolah di HST yang masuk radar sebagai Google Reference School pertama di Kalsel adalah: SMPN 1 Hulu Sungai Tengah SDN 1 Barabai Timur SDN 1 Barabai Darat Ketiganya telah memanfaatkan Google Workspace for Education, termasuk Google Classroom dan berbagai platform digital lainnya. Anhar menyebut, SMPN 1 Hulu Sungai Tengah bahkan ditargetkan jadi sekolah negeri pertama di Indonesia yang menyandang status Google Reference School, karena saat ini status itu baru dicapai oleh sekolah swasta. BACA JUGA:HATI-HATI MAIN LAYANGAN DEKAT BANDARA! Kemenhub Ancam Penjara 3 Tahun dan Denda Rp1 Miliar “Sekitar 80 persen siswa di SMPN 1 sudah menggunakan Chromebook sebagai perangkat utama belajar,” ungkap Anhar. Para guru di sekolah tersebut juga telah mengantongi sertifikasi Google Educator Level 1 dan 2, sementara kepala sekolahnya telah lulus Level 3, sesuai standar internasional dari Google. “Anak Zaman Sekarang Adalah Digital Native, Kita yang Harus Masuk ke Dunia Mereka” Menurut Anhar, kesiapan tenaga pendidik adalah kunci utama menghadapi generasi Alpha yang lahir di era digital. “Anak-anak kita adalah digital native. Kita tidak bisa memaksa mereka hidup di dunia lama kita. Justru kita yang harus belajar masuk ke dunia mereka,” tegasnya. Teknologi dan AI: Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keniscayaan! Anhar menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi bahwa transformasi pendidikan berbasis teknologi adalah langkah tak terelakkan. “Teknologi dan AI bukan lagi pilihan. Ini adalah keniscayaan. Kita di Banua Murakata harus siap memimpin perubahan itu.”(Wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad