“Kalau tidak segera ditangani, serangan lalat buah bisa menyebabkan kebusukan massal pada cabai. Hama ini memang musuh utama petani hortikultura,” tegas Ani.
Ia menambahkan, para petugas POPT bekerja ekstra, bahkan tetap siaga di luar jam kerja demi membantu petani mengatasi hama tersebut.
“Sebagian besar petani sekarang sudah paham cara menanggulanginya. Mereka memakai perangkap, alat pengusir hama, hingga insektisida,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru terus berupaya menekan dampak kerusakan dan berharap harga cabai dapat kembali stabil dalam waktu dekat.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







