WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Proyek embung di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah, kini menuai keluhan dari warga sekitar. Dibangun dengan harapan bisa mengatasi banjir dan menyediakan air, embung ini dinilai belum berfungsi optimal. Masyarakat setempat merasa embung ini belum memberikan manfaat yang berarti, bahkan memicu kekhawatiran banjir saat musim hujan. Senin, 7 Juli 2025. Warga Desa Sungai Bakar menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kondisi embung yang tak kunjung berfungsi maksimal. Baca Juga Geger Temuan Bayi di Desa Tungkap Rahmah, seorang warga RT 5, menyoroti kurangnya pengaturan air pada embung. "Amunnya kawa dituntungakan (dibereskan) lawan jua masyarakat ini yang di hilir dan yang di hulu aman," ujarnya, berharap embung bisa diatur agar air tidak hanya tertampung. Ia mengusulkan penambahan pintu air. "Bendungan ini dibari lawang (pintu) ditambahi, dua buting (butir) di situ nah, supaya banyu ini kada menabung di situ, bisa buka tutup," jelasnya. Kekhawatiran akan banjir menjadi perhatian utama warga. Rahmah menceritakan kejadian di tahun 2022 lalu, di mana banjir akibat luapan air embung mengakibatkan korban. "Kemarin kan tahun 2022 ada korban lo di sini nah akibat apa akibat banyu nih banjir hibak sampai ke sana pengunjung nang di sana itu bekemah, tebawa arus oleh di sini banyu terkandung kada betarus," katanya. Kondisi embung yang menahan air tanpa pengaturan pintu membuat debit air yang keluar saat meluap menjadi sangat besar. "Ini ada tabungan sekali keluar banyu itu banyak," tambahnya. Warga berpendapat, sebelum ada embung, wilayah mereka tidak pernah mengalami banjir separah saat ini. "Sebelum ada embung normal, kada banjir kada melipat ke atas kan banyu kada tetabung, walaupun deras tapi banyu kada menabung atau tetahan," terang Rahmah. Ia menekankan perlunya pintu air agar aliran air bisa terbagi dan tidak menumpuk. "Seharusnya ada pintu lagi sekali banyu itu terbagi-bagi jangan terlalu menabung," tegasnya. Selain masalah fungsi, kondisi fisik embung juga menjadi sorotan. Warga menemukan adanya kerusakan pada bangunan. "Bangunannya memang kaya ini adanya, ada yang pecah-pecah, mana ada yang kerusakan," keluh Rahmah, berharap pemerintah bisa segera melakukan perbaikan. Impian warga untuk menjadikan embung sebagai tempat wisata juga belum terwujud. "Rencananya jar handak maulah wisata di sini, kayak bebek-bebekan atau perahu apa, tapi amunnya bangunannya haja kada tuntung dimapa handak lanjut yo," ujar Rahmah pasrah. Saat ini, embung hanya dimanfaatkan warga untuk memancing. "Untuk saat ini berguna sagan peunjunan atau peluntaan," ucapnya sambil tersenyum menunjuk orang yang sedang memancing. "Kalau untuk penghasilan belum ada lagi." Masyarakat Desa Sungai Bakar berharap pemerintah daerah bisa segera menanggapi keluhan mereka dan mengambil tindakan nyata agar Embung Bakar dapat berfungsi sesuai tujuan awal. Anggaran besar yang telah dikeluarkan hendaknya tidak menjadi sia-sia, dan yang terpenting, keselamatan serta kesejahteraan warga harus diutamakan. (Gazali) Editor Restu