Berikut sebagian reaksi warganet:
“Ya Allah, dia ambil singkong buat anak yatim, bukan buat dijual! Kenapa harus dipukuli?”
“Yg ngambil duit rakyat aman-aman aja, giliran ambil singkong dihajar rame-rame. Miris.”
“Spil yang punya kebon singkong! Biar kita hujat rame-rame!”
“Singkong satu pohon dihitung 10 kwintal? Ini hukum dagang dari planet mana?”
“Negara harus turun tangan. Ini bukan sekadar kasus pencurian, ini cermin kegagalan sosial.”
Belum Ada Tindakan dari Aparat
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari aparat kepolisian maupun pemerintah desa setempat. Warganet mendesak agar kasus dugaan penganiayaan ini diusut tuntas, dan pihak yang memukul korban dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Kasus ini bukan semata soal mencabut singkong. Ini soal empati, keadilan, dan cara masyarakat menyikapi kemiskinan. Ketika seseorang harus melanggar aturan demi memberi makan anak-anak yatim, yang perlu dicari bukan hanya siapa yang salah—tapi mengapa kondisi itu terjadi.(Wartabanjar.com/pstore.cilegon/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







