Pada hari pelaksanaan, 10 kepala desa dari Desa Jorong, Alur, Batalang, Sabuhur, Swarangan (diwakili Sekdes), Karang Rejo, Asam Jaya, Muara Asam-Asam, Asam- asam, Asri Mulya, dan Simpang Empat hadir dan mengikuti tes.
“Nah ini yang kita tes urine semalam itu, 10 orang kepala desa ditambah 1 orang sekretaris desa Swarangan, karena kepala desa tertangkap. Jadi Sekdesnya,” jelas Fadly.
Tes berlangsung pada pagi hari dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. BNNK kemudian menyampaikan hasilnya pada sore harinya.
“Alhamdulillah hasil laporan resmi dari BNN semua yang mengikuti tes urine pada hari itu negatif semua.”
Gerakan Bersih-Bersih Bakal Merata: Perangkat Desa Lainnya Akan Menyusul
M. Fadly menegaskan bahwa tes urine ini hanyalah permulaan dari upaya pembersihan yang lebih luas. “Tes urine ini baru awal. Akan menyusul perangkat desa lainnya,” ungkapnya.
Rencananya, tahapan selanjutnya akan menyasar anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala seksi (kasi), hingga kepala dusun (kadus).
“Jadi rencana kami ke depannya jua setelah kepala desa ini, kami akan menjadwalkan lagi untuk tes urine seluruh perangkat desa, aparatur pemerintahan desa termasuk BPD, tapi jadwalnya masih kita rembukan,” tambah Fadly.
Jika ditemukan indikasi lain, tes lanjutan akan digelar, tidak hanya fokus pada narkoba, tetapi juga pada potensi keterlibatan dalam judi online.
“Kemungkinan hal serupa akan dilakukan pada semua kecamatan di Tala,” imbuhnya, menandakan bahwa inisiatif ini berpotensi menjadi gerakan masif di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut. (Gazali)
Editor Restu







