Rencana kegiatan ini kemudian dilaporkan kepada Bupati, yang langsung menginstruksikan untuk melanjutkan.
“Kemarin kita secara mendadak hari Senin kita koordinasi ke BNN. Kita lapor ke Bupati rencana kegiatan, beliau menginstruksikan lanjutkan. Dua hari kemudian kita laksanakan, hari Rabu 2 Juli di kantor kecamatan. Jadi yang datang dari BNN-nya langsung.”
Pada hari pelaksanaan, 10 kepala desa dari Desa Jorong, Alur, Batalang, Sabuhur, Swarangan (diwakili Sekdes), Karang Rejo, Asam Jaya, Muara Asam-Asam, Asam- asam, Asri Mulya, dan Simpang Empat hadir dan mengikuti tes.
“Nah ini yang kita tes urine semalam itu, 10 orang kepala desa ditambah 1 orang sekretaris desa Swarangan, karena kepala desa tertangkap. Jadi Sekdesnya,” jelas Fadly.
Tes berlangsung pada pagi hari dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. BNNK kemudian menyampaikan hasilnya pada sore harinya.
“Alhamdulillah hasil laporan resmi dari BNN semua yang mengikuti tes urine pada hari itu negatif semua.”
Gerakan Bersih-Bersih Bakal Merata: Perangkat Desa Lainnya Akan Menyusul
M. Fadly menegaskan bahwa tes urine ini hanyalah permulaan dari upaya pembersihan yang lebih luas. “Tes urine ini baru awal. Akan menyusul perangkat desa lainnya,” ungkapnya.
Rencananya, tahapan selanjutnya akan menyasar anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala seksi (kasi), hingga kepala dusun (kadus).
“Jadi rencana kami ke depannya jua setelah kepala desa ini, kami akan menjadwalkan lagi untuk tes urine seluruh perangkat desa, aparatur pemerintahan desa termasuk BPD, tapi jadwalnya masih kita rembukan,” tambah Fadly.







