Tuduhan Pemerkosaan Thomas Partey, Eks Arsenal, Keadilan Hooligan

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pagi ini publik bola diguncang oleh kabar serius: mantan gelandang Arsenal, Thomas Partey, resmi didakwa atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan terjadi antara 2021–2022. Gelandang internasional Ghana berusia 32 tahun ini menyangkal semua tuduhan dan menyatakan siap membersihkan namanya.

Menurut pihak Met Police, ada tiga wanita yang melaporkan kasus ini: satu wanita terkait dua tuduhan pemerkosaan, satu lain tiga tuduhan, dan satu lagi terkait pelecehan seksual. Investigasi ini bermula sejak Februari 2022, berdasarkan laporan awal dari kepolisian. Sumber resmi menyebut prioritas utama mereka adalah memberikan dukungan kepada para korban.

Kontrak Partey dengan Arsenal resmi berakhir pada Senin lalu, setelah lima tahun bergabung sejak 2020. Banyak fans dan netizen mempertanyakan kenapa tuntutan baru muncul pasca kontraknya habis beberapa menduga klub atau federasi menahan kasus agar tidak mengganggu musim kompetisi. Meski begitu, polisi dan Crown Prosecution Service (CPS) menegaskan bahwa keputusan penuntutan diambil berdasarkan kekuatan bukti, bukan tekanan eksternal.

Kuasa hukum Partey, Jenny Wiltshire, menyatakan kliennya “menolak semua tuduhan” dan telah sepenuhnya kooperatif sepanjang proses tiga tahun. Ia juga menegaskan bahwa Partey “menyambut kesempatan untuk membersihkan namanya”. Partey dijadwalkan akan muncul di Pengadilan Magistrates Westminster pada 5 Agustus 2025.

Reaksi fans pecah dua: sebagian mengecam keputusan klub yang tetap mempertahankan Partey, dan meminta pertanggungjawaban moral. Beberapa komentar menyentil manajemen Arsenal dan Mikel Arteta:

> “If I was an arsenal fan I can’t say I’d be happy that he was allowed to continue representing the club with this open secret hanging over him…”
“Arteta and Arsenal’s behaviour through this has been disgusting”