Viral Remaja Bersenjata Tajam Serbu Gang Sepakat Banjarmasin, Polisi: Hanya Salah Paham!
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Aksi sekelompok remaja yang diduga membawa senjata tajam dan menyerbu kawasan Gang Sepakat, Kelurahan Teluk Tiram, Banjarmasin, viral di media sosial pada Senin (30/6/2025) malam. Video yang memperlihatkan keributan antar kelompok pemuda ini sontak menuai kepanikan dan keresahan warga.
Namun pihak kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut hanya merupakan salah paham antar remaja, dan kini telah diselesaikan secara damai.
Bermula dari Pertandingan Sepak Bola
Kapolsek Banjarmasin Barat, Kompol Pujie Firmansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Indra Permadi menjelaskan, keributan berawal dari pertandingan sepak bola antar remaja dari dua wilayah berbeda, yakni Teluk Tiram Darat Antasan Raden dan Gang Sepakat Teluk Tiram Darat, yang digelar di Lapangan SMPN 4 Teluk Tiram pada Minggu (29/6/2025).
BACA JUGA:Penumpang Lion Air Ngamuk! Penerbangan Jakarta-Banjarmasin Delay, Netizen: “Sudah Langganan!”
“Pertandingan berlangsung keras dan sempat terjadi ketegangan antar dua kubu,” ungkap Indra, Rabu (2/7/2025).
Meski sempat diredam saat itu, rupanya tensi antar kedua kelompok belum sepenuhnya reda. Keesokan malamnya, sekelompok remaja dari Antasan Raden datang ke Gang Sepakat dengan niat meminta maaf. Namun, kedatangan mereka justru disalahartikan sebagai aksi penyerangan.
Satu Remaja Terluka, Polisi Turun Tangan
Akibat kesalahpahaman itu, terjadi keributan lanjutan, bahkan menyebabkan seorang remaja dari Gang Sepakat mengalami luka di bagian punggung akibat senjata tajam.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi dan membubarkan massa yang masih berkumpul.
“Kami segera panggil kedua belah pihak ke Polsek untuk dimediasi,” jelas Indra.
Setelah proses mediasi pada Rabu (2/7/2025), kedua pihak akhirnya sepakat berdamai dan memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Bahkan, korban yang terluka pun memutuskan untuk tidak melanjutkan ke jalur hukum.
Indra menegaskan bahwa kedua kelompok remaja telah berdamai dan tidak ingin memperpanjang persoalan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban lingkungan serta menghindari aksi kekerasan.
“Kami juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, karena bisa memicu perpecahan,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/iqnatius)
editor: nur muhammad