WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai menindaklanjuti lima poin penting rekomendasi dari Pemerintah Pusat terkait pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, mengungkapkan bahwa lima rekomendasi tersebut mencakup aspek teknis pengelolaan TPA, kebijakan yang mendukung pengurangan sampah, hingga keterlibatan aktif masyarakat. Baca Juga Cemburu Buta, Ini Kronologi Penganiayaan Ibu dan Anak di Mantuil “Rekomendasi dari Kementerian PUPR ini akan kami sinkronkan dengan sanksi administratif yang sebelumnya dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH),” ujar Alive, Selasa (1/7/2025). Alive menegaskan bahwa sejumlah upaya rehabilitasi sudah berjalan. Misalnya, pengolahan air lindi dan pemilahan sampah yang terus dikembangkan agar lebih optimal. “Untuk proses urug atau sanitary landfill, kita sudah siapkan jadwalnya. Ini bagian dari perbaikan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” tambahnya. Tak hanya itu, Alive juga menyebutkan bahwa apabila semua rekomendasi telah dilaksanakan, TPA Basirih berpotensi dibuka kembali secara terbatas dengan ketentuan ketat. “Ke depannya, sampah yang masuk ke sana harus benar-benar residu, bukan sampah campuran,” tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, menyatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 hingga Rp4 miliar dari APBD Perubahan 2025. Dana itu digunakan khusus untuk proses pengurugan dengan tanah merah di area TPA. “Zona yang paling lama menumpuk sampah akan kami prioritaskan untuk diurug terlebih dahulu,” ungkap Yamin. Adapun zona-zona yang masih tergolong baru rencananya akan diolah kembali, salah satunya dengan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif. “Pengolahan RDF ini juga akan kita kerjasamakan dengan pihak ketiga sebagai bagian dari pengelolaan yang lebih modern,” pungkasnya. (Ramadan) Editor Restu