Program Sekolah Rakyat, Dosen ULM : Banyak Sekolah Rusak Kenapa Buat Sekolah Baru

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan sedang direalisasikan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pendidikan anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok dengan kemiskinan ekstrem menuai pujian sekaligus kritik.

Salah satunya, Pengamat Pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Reja Pahlevi.

Ia menilai bahwa tujuan program ini pada dasarnya sangat baik, namun tetap perlu dikaji ulang secara mendalam.

Baca Juga

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kabupaten Tanah Laut Selama 3 Hari

“Tujuan dari Sekolah Rakyat ini sangat bagus, yaitu untuk menyasar anak-anak miskin dan mereka yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Namun, saya khawatir program ini justru akan menciptakan klaster baru dalam dunia pendidikan kita,” ujar Reja saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025) sore.

Ia menyoroti potensi munculnya stigma sosial di masyarakat, bahwa Sekolah Rakyat bisa dianggap sebagai sekolah ‘kelas dua’ bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Jangan sampai muncul anggapan bahwa anak-anak miskin tidak layak berada di sekolah reguler,” lanjutnya.

Lebih jauh, Reja mempertanyakan langkah pemerintah yang langsung membuat kebijakan baru dengan mendirikan sekolah, sementara masih banyak sekolah reguler yang rusak dan membutuhkan perbaikan.

“Saya menyayangkan besarnya anggaran lintas kementerian yang digelontorkan, yang menurutnya lebih tepat digunakan untuk memperkuat program yang sudah ada,” imbuhnya.