“Jangan sampai muncul anggapan bahwa anak-anak miskin tidak layak berada di sekolah reguler,” lanjutnya.
Lebih jauh, Reja mempertanyakan langkah pemerintah yang langsung membuat kebijakan baru dengan mendirikan sekolah, sementara masih banyak sekolah reguler yang rusak dan membutuhkan perbaikan.
“Saya menyayangkan besarnya anggaran lintas kementerian yang digelontorkan, yang menurutnya lebih tepat digunakan untuk memperkuat program yang sudah ada,” imbuhnya.
Reja juga menyuarakan pendapat mengapa tidak membuka program beasiswa yang besar yang dikhususkan juga untuk anak-anak anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok dengan kemiskinan ekstrem.
“Ini yang perlu kita sasar. Selain itu, di satu sisi juga membangun sekolah baru, sementara sekolah yang ada masih banyak yang rusak, ini juga menjadi sebuah pertanyaan besar di balik bagusnya program ini,” pungkasnya. (IKhsan)
Editor Restu







