WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kabar gembira datang dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Banjarmasin. Rombongan jemaah haji Kloter 7 Debarkasi Banjarmasin telah tiba dengan selamat di Tanah Air dalam kondisi sehat secara umum. Meski sebagian mengalami batuk dan pilek akibat cuaca ekstrem selama pelaksanaan ibadah, seluruh jemaah dinyatakan negatif Covid-19. dr. Siska Brina Basri, anggota Tim Kesehatan Haji (TKH) Kloter 7, menjelaskan bahwa gangguan kesehatan ringan ini muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang ideal saat para jemaah berada di Muzdalifah (Al Musna). “Suhu saat itu sangat tinggi, kelembapan rendah, dan ventilasi di dalam tenda sangat minim. Dalam kondisi seperti itu, jika ada satu yang batuk, maka sangat mudah menular ke jemaah lain,” ungkap dr. Siska, Kamis (26/6/2025) malam. BACA JUGA:Jemaah Haji Asal Banjarbaru Sempat Kritis di ICU, Kini Berangsur Pulih di Madinah Tim kesehatan pun bergerak cepat menangani keluhan kesehatan para jemaah. Obat batuk dan antibiotik diberikan, sementara beberapa kasus yang lebih berat langsung dirujuk ke dokter konsultan. “Alhamdulillah, seluruh konsultan kami gercep (gerak cepat) menangani jemaah. Beberapa memang masih mengalami batuk hingga menjelang kepulangan, tapi Insya Allah bukan kasus berat,” ujarnya. Kabar terbaiknya, tidak ada satu pun jemaah Kloter 7 yang terdeteksi terinfeksi Covid-19. Pemeriksaan dilakukan secara ketat, termasuk terhadap Ibu Kapsariyah – salah satu jemaah yang sempat mengalami batuk dan dirawat di Madinah. “Beliau sempat dites PCR dan hasilnya negatif. Ini jadi bukti bahwa protokol kesehatan berjalan efektif,” tambah dr. Siska. Sebagai langkah pencegahan, seluruh jemaah juga diminta mengisi aplikasi Satu Sehat Health Pass (SSHP) sebelum kembali ke Indonesia. Aplikasi ini mencatat riwayat kesehatan, termasuk gejala batuk, pilek, atau kontak erat dengan pasien terduga Covid-19. “Setelah mengisi, jemaah akan mendapat barcode yang dipindai oleh petugas medis di Debarkasi. Dari situ akan ditentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan,” tutup dr. Siska.(Wartabanjar.com/IKhsan) editor: nur muhammad