Hari Ketiga Retret, Wali Kota Banjarbaru Dapat Ilmu dari 3 Menteri
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Hari ketiga pelaksanaan Retret Kepala Daerah Gelombang II di Kampus IPDN Jatinangor, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, turut aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dimulai dengan senam bersama dan apel di lapangan utama, kemudian dilanjutkan sesi pembekalan yang berlangsung di Gedung Rektorat IPDN.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy, menjadi salah satu narasumber utama yang membawakan materi terkait penyelarasan kebijakan pembangunan antara pusat dan daerah.
Baca Juga
Jemaah Haji asal Banjarbaru Hilang di Makkah, PPIH Upayakan Pencarian
Di kesempatan lain, Wakil Menteri Koordinator Bidang Keuangan, Suharso Nazara, juga memberikan materi mengenai arah kebijakan fiskal dan strategi pertumbuhan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kebudayaan Indonesia.
“Kita perlu bersinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh sektor pelaku kebudayaan untuk memajukan jati diri bangsa,” ucapnya.
Retret ini juga menjadi ajang pembentukan karakter dan kedisiplinan bagi para peserta. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan bahwa seluruh kepala daerah diminta untuk tidak keluar dari area retret selama kegiatan berlangsung.
“Para peserta retret diimbau untuk tidak keluar area retret untuk melatih kedisiplinan. Kami melihat peserta cukup disiplin, tidak ada yang mencoba keluar, bahkan tidak ada yang meminta keluar dan tidak ada juga yang memesan makanan di luar,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan peserta, panitia menghadirkan food truck dari Koperasi Desa Merah Putih Cileungsi Wetan yang menyediakan berbagai kuliner lokal seperti es teler, wajik, kopi, hingga oleh-oleh khas. “Itu diminati peserta dan lumayan laku keras,” tambah Bima Arya.
Pada malam hari, pembekalan akan berlanjut dengan pemaparan dari Kepala Badan Gizi Nasional terkait pelaksanaan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala daerah diharapkan dapat memberikan masukan dan evaluasi agar pelaksanaannya di lapangan berjalan efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.(MC BJB)
Editor Restu