Ia juga mengakui bahwa tantangan di setiap sekolah berbeda, terutama di daerah dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, yang membutuhkan perjuangan lebih besar dari kepala sekolah.
Untuk mengatasi permasalahan putus sekolah, Bupati memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera merancang program beasiswa yang menyasar anak-anak pra-sekolah yang kurang mampu.
“Bukan anak yang sudah sekolah diseleksi atau yang tidak mampu, tidak. Tapi sebelum masuk sekolah, mungkin tahun ini tidak [terlaksana] karena anggaran masih tahun lalu, tahun depan jadi ada panitia menyeleksi orang-orang yang dianggap tidak mampu bekerja sama dengan dinas sosial, desa itulah yang dibantu oleh pemerintah daerah,” jelas H. Rahmat Trianto.
Dalam konteks digitalisasi, Bupati mengingatkan bahwa infrastruktur tanpa sumber daya manusia yang mumpuni akan menjadi sia-sia. “Akan menjadi museum apabila pemerintah muluk-muluk, muluk-muluk, tapi kita di sini hanya bisa melihat dan tidak bisa kita menggunakan,” katanya.
Ia berjanji untuk terus meningkatkan akses jaringan internet dan mengatasi blank spot di Tanah Laut. “Tahun ini, tahun depan saya terus meningkatkan masalah mengatasi blank-blank spot, meningkatkan masalah jaringan wi-fi dan lain-lain semacam itu,” pungkasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi dan penanaman nilai kepribadian yang kuat pada anak-anak.
“Apa pun bentuk kurikulum pendidikan yang diberikan, ternyata pendidikan kepribadian kepada kita yang paling pertama. Penanaman sejati ini bagaimana kita ditanamkan oleh orang tua, ditanamkan oleh guru untuk menjadi orang yang tidak mudah menyerah dan harus bisa beradaptasi,” tutupnya, berharap sarasehan ini bukan hanya formalitas tetapi menjadi langkah nyata untuk peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)

