WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Jagat media sosial digemparkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi pencurian yang dilakukan oleh seorang ibu bersama dua anaknya di sebuah warung kelontong di kawasan Sungai Sipai, Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (11/6/2025) siang. Rekaman CCTV yang dibagikan akun Instagram @hellokalsel memperlihatkan bagaimana sang ibu dengan tenang mengalihkan perhatian penjaga toko, sementara anak-anaknya sibuk memasukkan barang dagangan ke dalam tas besar. Yang menyayat hati, salah satu anak masih balita dan digendong, tampak tak memahami bahwa ia sedang diseret ke dalam dunia kelam oleh ibunya sendiri. Modus Terekam Jelas: Ibu Alihkan Perhatian, Anak-anak Angkut Barang Dalam keterangan video, pemilik warung menyampaikan bahwa kejadian berlangsung di siang bolong, tepat di samping SPBU Sungai Sipai. Barang-barang yang dicuri diduga cukup banyak—dibawa dalam dos-dos besar, dan pelaku beraksi dengan lihai, seolah sudah sangat terbiasa. BACA JUGA:Miris! Sekolah di Pedalaman Balangan Ini Hanya Punya 3 Murid, Tanpa Listrik dan Sinyal “Penjaga toko sengaja dialihkan oleh si ibu. Sementara itu, anak-anaknya yang justru mengangkut barang. Sepertinya sudah terlatih,” tulis akun @hellokalsel. Pemilik warung memberikan ultimatum 1x24 jam agar pelaku menunjukkan itikad baik. Jika tidak, kasus ini akan dilaporkan ke jalur hukum. Reaksi Netizen: “Sedih Lihat Anak yang Masih Digendong” Video tersebut memicu banjir air mata dan kemarahan netizen. Banyak yang mengungkapkan keprihatinan mendalam karena anak-anak menjadi ‘alat’ untuk mencuri. “Bayi itu tak tahu apa-apa. Tapi dia sedang digendong sambil mencuri. Astaghfirullah,” tulis seorang netizen. “Mungkin ibu itu terdesak, tapi mencuri sambil mengajari anak-anak? Ini bukan lagi soal perut lapar, ini soal moral,” tulis lainnya. Sebagian netizen mengaku mengenal pelaku dan menyayangkan bahwa perilaku mencuri ini sudah berulang. Bahkan disebutkan, mereka pernah berjualan baju rombengan dan mengajari anak untuk meminta-minta, hingga akhirnya terjerumus ke jalan yang lebih buruk. Masalah Sosial yang Kian Menjadi-jadi Fenomena ini membuka mata banyak orang bahwa kemiskinan bukan satu-satunya alasan orang mencuri. Ada masalah pembiasaan, mentalitas, dan pola asuh yang salah. Apalagi jika anak-anak sudah ikut terlibat, maka yang dipertaruhkan adalah generasi masa depan bangsa. Warganet berharap ibu tersebut bisa segera menyadari kesalahan dan memperbaiki hidupnya. Banyak pula yang mendorong pihak berwenang untuk bertindak tegas, sekaligus memberi edukasi dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang. “Semoga Allah bukakan pintu rezeki halal. Tapi jangan biarkan anak tumbuh dari hasil haram,” tulis seorang pengguna Instagram.(Wartabanjar.com/hellokalsel/berbagai sumber) editor: nur muhammad