Atas perbuatannya, MSA dijerat Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, dan Pasal 338 KUHP (pembunuhan) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Proses penyelidikan bermula dari laporan warga tentang hilangnya korban pada Minggu siang.
Kecurigaan muncul setelah ditemukan bercak darah di rumah MSA. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengembangan informasi mengarah pada MSA sebagai tersangka.
Pencarian besar-besaran melibatkan TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa, dan warga setempat dilakukan pada Selasa pagi sebelum MSA ditangkap.(humas)
Editor Restu







