VIDEO – ‎Viral! Kapolres vs Penambang: Arogansi atau Tegas?

‎WARTABANJAR.COM – Kasus penertiban tambang emas ilegal (PETI) di Boalemo kembali memantik kontroversi. Kali ini bukan hanya soal alat berat yang diamankan, tapi karena video adu argumen antara Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, dan seorang penambang bernama Marten Yosi Basaur viral di media sosial.

‎Semuanya bermula ketika alat berat milik Marten Yosi Basaur diamankan polisi karena diduga digunakan dalam aktivitas PETI. Tak terima, Marten datang ke Mapolres Boalemo dan terlibat adu argumen dengan Kapolres. Namun yang mengejutkan, Marten melakukan panggilan video kepada seseorang yang disebut sebagai pejabat Polda Gorontalo, di depan kamera, ia menyampaikan bahwa Kapolres hendak memukulnya.

‎Sebuah narasi yang, tanpa rekaman video lengkap, bisa dengan mudah digoreng menjadi opini publik.

‎Sontak saja, tuduhan itu langsung dibantah tegas oleh Kapolres.
‎“Saya tidak memukul, hanya bicara dengan tegas. Semua terekam video dan bisa diverifikasi,” ujar AKBP Sigit, Selasa (3/6/2025).
‎Kapolres menilai hal tersebut merupakan bentuk intimidasi terhadap anggotanya.
‎ “Saya hanya menegur karena anggota saya ditakut-takuti. Tidak ada kata kasar, apalagi kekerasan,” tambahnya.

‎Yang menarik, meski membantah keras tudingan, Kapolres tetap menyatakan siap dievaluasi bila terbukti ada kekhilafan dalam pelayanan publik.

‎Masalahnya kini bukan lagi soal suara siapa yang lebih tinggi, tapi siapa yang sebenarnya mencoba membengkokkan hukum. Apakah aparat yang menertibkan, atau pelaku yang merasa kebal karena punya “akses khusus”?

‎Penegakan hukum tak boleh tunduk pada tekanan siapa pun. Kalau pelaku PETI bisa membawa-bawa nama pejabat hanya untuk menyelamatkan ekskavator, maka kita patut bertanya: siapa sebenarnya yang arogan?(vri/berbagai sumber)