“Hal ini penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan pada anak-anak, sekaligus mencegah stunting. Melalui sosialisasi ini, anak-anak bisa lebih memahami makanan mana yang aman dikonsumsi dan mana yang perlu dihindari,” ujar Hj. Dian.
Dalam sesi interaktifnya bersama para siswa, Hj. Dian juga secara persuasif mengajak anak-anak untuk lebih mengutamakan makanan bergizi yang disiapkan di rumah ketimbang jajanan yang kebersihannya belum terjamin.
Ia juga menekankan betapa vitalnya peran sekolah dalam memantau standar kesehatan pangan yang dijual di lingkungan mereka.
BACA JUGA: Duduk Perkara Ditemukannya Mayat Pria Tanpa Kepala di Loksado HSS, Ternyata Soal Sengketa Batas Desa
Menurutnya, standardisasi dari pihak sekolah dan DKPP sangat diperlukan agar para pedagang hanya menjajakan makanan yang telah memenuhi ketentuan keamanan pangan.
“Anak-anak perlu dibiasakan membawa bekal sehat dari rumah. Bila memang harus jajan, harus tahu mana yang layak konsumsi. Kita ingin anak-anak Tanah Laut tumbuh sehat, cerdas, dan terhindar dari stunting,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dan orang tua menjadi lebih cermat dan selektif dalam memilih makanan.
Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat mendorong lingkungan sekolah untuk menciptakan ekosistem pangan yang aman dan sehat bagi seluruh warganya.
Berita baiknya, dari hasil uji sampling pada jajanan yang dilakukan, seluruh sampel dinyatakan aman untuk dikonsumsi dan tidak ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya. (Gazali)
Editor: Yayu







