WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporbudpar) secara resmi membuka Serumpun Festival 2025, Minggu (1/6/2025), di halaman Gedung Serbaguna Marabahan. Festival ini mengusung tema “The Jewels of Barito Estuary” yang menggambarkan kekayaan budaya Barito Kuala layaknya permata berharga di muara Sungai Barito. Pembukaan dilakukan oleh Kepala Disporbudpar Barito Kuala, Sabirin, S.Sos., MM, mewakili Bupati Barito Kuala. Acara turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, pejabat eselon II Pemkab Barito Kuala, organisasi wanita, camat se-Barito Kuala, serta sejumlah sponsor dan mitra perbankan. BACA JUGA:Porsche Dikendarai Mahasiswa Tabrak Rush Berisi Satu Keluarga di Tol Sidoarjo: Netizen: Awas Plat Tiba-tiba Ganti! Rayakan Budaya dan Kuliner Lokal dengan Peserta dari 3 Provinsi Dalam sambutannya, Sabirin menjelaskan bahwa Serumpun Festival merupakan agenda pariwisata tahunan yang dimulai sejak tahun 2023 dan kini memasuki penyelenggaraan ketiga. Tahun ini, festival menghadirkan tiga rangkaian utama: Festival Kuliner Bakumpai, dengan menu khas haruan panggang kaluk yang hanya ditemukan di Barito Kuala. Purun Fashion Karnaval, menampilkan kreasi busana berbasis anyaman purun. Festival Tari Serumpun Melayu Pesisir, dengan peserta yang tak hanya berasal dari Barito Kuala, tetapi juga dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan, serta provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sabirin menyebut bahwa tema “The Jewels of Barito Estuary” memiliki makna mendalam: Barito Kuala dianggap sebagai jendela budaya di muara sungai yang menyimpan kekayaan tradisi, kuliner, dan seni seperti permata yang bernilai tinggi. Dukungan Komunitas dan Harapan Menjadi Ikon Wisata Kalimantan Selatan Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara Disporbudpar Barito Kuala, Dewan Kesenian Daerah, SPIC, Pawadahan Atak Diang, serta komunitas Anjungan Putra-Putri Pariwisata, yang bertindak sebagai panitia. “Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mendorong pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal dan menjadikannya ikon pariwisata Kalimantan Selatan,” ujar Sabirin. Acara dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan berbagai pertunjukan seni, sajian kuliner khas, hingga karnaval busana yang memadukan kreativitas dan kearifan lokal.(*/mcbatola/Aa) editor: nur muhammad