“Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi. Karena telah mengakibatkan kematian lebih dari 14 orang. Ini akibat kelalaian dalam pengelolaan tambang,” lanjutnya.
Sebagai penutup, Dedi mengingatkan seluruh pelaku usaha tambang agar tidak serakah dalam mengeksploitasi alam, dan senantiasa mematuhi prosedur keselamatan kerja serta prinsip kelestarian lingkungan.
“Hidup harus selaras dengan alam. Tidak boleh melakukan eksploitasi terhadap alam secara berlebihan,” tegasnya.(Wartabanjar.com/penamasmedia/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







