VIDEO - GEGARA MINYAK BABI! Wali Kota Solo Tutup Sementara Ayam Goreng Widuran, Pemilik Harus Transparan
Ukuran Huruf:
https://youtube.com/shorts/XWYa9ohTxJ8
WARTABANJAR.COM, SOLO – Wali Kota Solo, Respati Ahmad Ardianto, resmi menutup sementara operasional Warung Ayam Goreng Widuran setelah viral karena menu kremesannya mengandung bahan nonhalal. Penutupan dilakukan untuk memberi waktu bagi manajemen mengurus sertifikasi kehalalan produk mereka.
Penutupan dilakukan pada Senin (27/5/2025) pagi saat Respati tiba langsung di lokasi sekitar pukul 08.41 WIB. Namun, ia tidak bertemu pemilik usaha dan hanya berbincang dengan karyawan serta berkomunikasi via telepon dengan pemilik warung legendaris tersebut.
Respati menegaskan, pemilik usaha diberi kebebasan untuk mengajukan sertifikasi halal jika ingin melanjutkan operasional sebagai tempat makan halal. Namun, jika tetap memilih menjual produk nonhalal, maka harus disertai transparansi label yang jelas.
Penutupan ini melibatkan Satpol PP, Dinas Perdagangan, serta Kementerian Agama Kota Solo. Karyawan tampak berkemas dan menutup rumah makan sesuai instruksi wali kota.
Polemik ini mencuat setelah sejumlah konsumen Muslim merasa dibohongi terkait penggunaan minyak babi dalam proses pembuatan kremesan ayam. Warung Ayam Goreng Widuran yang berdiri sejak 1973 itu menjadi sorotan karena tidak memberikan informasi yang transparan.
Nanang, salah satu karyawan yang telah bekerja 10 tahun di bagian penggorengan, membenarkan bahwa kremesan digoreng menggunakan minyak babi. Namun, ia menegaskan minyak tersebut hanya digunakan untuk kremesan, bukan untuk ayam goreng.
Penutupan ini diharapkan menjadi momen introspeksi pelaku usaha kuliner agar lebih transparan dan menghormati sensitivitas konsumen, terutama di wilayah dengan mayoritas Muslim seperti Solo.(Wartabanjar.com/detik/x.com/berbagai sumber)
#ayamgorengwiduran #nonhalal #solo #wartabanjar