“Setiap percikan api sekecil apa pun harus segera dipadamkan. Pencegahan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Guna memperkuat kesiapan, Polda Kalsel bekerja sama dengan TNI dan BPBD, serta mengerahkan teknologi canggih berupa drone (UAV) untuk memantau titik-titik panas dari udara secara real time.
Drone berbentuk miniatur pesawat sepanjang satu meter dengan lebar sayap dua meter ini dioperasikan oleh Direktorat Sabhara, dan mampu terbang hingga jarak 50 kilometer.
“Kita apelkan hari ini bukan hanya untuk menunjukkan kekuatan, tapi memastikan kesiapan personel dan peralatan benar-benar optimal,” tambahnya.
Berdasarkan data dari BMKG hingga 25 Mei 2025, sudah terdeteksi 28 titik api kategori rendah, 529 titik api sedang, dan 1 titik api besar di wilayah Kalsel.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar)
editor: nur muhammad







