WARTABANJAR.COM, BARABAI- Para guru dan kepala sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) antusias mendengarkan penjelasan dari Bank Kalsel dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan tentang pinjaman online (pinjol) ilegal, judi slot terselubung, hingga modus penipuan seperti social engineering dan investasi
bodong yang marak di media sosial.
bodong yang marak di media sosial.
Mereka juga penasaran tentang produk dan layanan Bank Kalsel, baik dari simpanan hingga pinjaman.
Suasana demikian tampak di acara Roadshow Literasi dan Edukasi Keuangan oleh Bank Kalsel dan OJK Kalsel di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (21/5/2025).
Saat membuka secara resmi acara ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, mengatakan edukasi ini sangat penting untuk membentengi tenaga pendidik dari jebakan keuangan ilegal.
“Tenaga pendidik adalah garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang melek finansial. Literasi keuangan harus dimulai dari para guru, agar dapat diturunkan kepada siswa dan lingkungan sekolah,” ujar Anhar.
Senada dengan itu, Perwakilan OJK Kalsel, Andika Prassetia menekankan urgensi literasi
finansial di era digital yang penuh risiko.
finansial di era digital yang penuh risiko.
“Kasus penipuan keuangan digital terus meningkat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, terutama tenaga pendidik, memiliki pemahaman dan kewaspadaan tinggi terhadap tawaran keuangan yang tidak masuk akal,” jelas Andika.
Selain itu, ia juga menyampaikan tentang materi literasi lainnya yaitu mencakup pengenalan OJK, peran dan fungsi OJK dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, serta edukasi tentang bahaya aktivitas keuangan ilegal.







