Koperasi Merah Putih Indrasari Gaspol! Tuntaskan Harga Elpiji Selangit dan Berdayakan Warga Desa
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Setelah resmi melantik kepengurusan dan menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), Koperasi Merah Putih Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, kini siap tancap gas menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Ketua Koperasi Merah Putih, Suherman, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk merekrut anggota dari berbagai elemen desa, seperti RT dan BPBD. Tujuannya adalah agar koperasi ini benar-benar hadir dan dekat dengan masyarakat.
"Langkah awal kami adalah merekrut lembaga desa sebagai anggota. Setelah itu, kami akan melaksanakan sosialisasi secara lebih luas," ujar Suherman, Kamis (22/5/2025) siang.
Salah satu fokus utama koperasi ini adalah penyediaan kebutuhan pokok, terutama elpiji yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Suherman mengungkapkan, harga elpiji di tingkat eceran saat ini bisa mencapai Rp30 ribu per tabung — jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yang hanya Rp17.500.
BACA JUGA:TANAH LAUT HEBOH! Bayi Perempuan Ditemukan di Teras Toko Warga Takisung Tengah Malam
"Kami ingin menjadi solusi atas persoalan elpiji yang mahal di desa," tegasnya.
Saat ini, Koperasi Merah Putih Desa Indrasari telah memiliki 30 anggota dengan modal awal sebesar Rp3 juta yang berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Setiap anggota hanya perlu menyetor simpanan pokok Rp100 ribu sekali seumur hidup dan simpanan wajib sebesar Rp10 ribu per bulan.
"Target kami dalam tiga tahun ke depan adalah mengajak sekitar 2.000 orang atau 50 persen dari total penduduk desa untuk bergabung," ungkap Suherman dengan penuh semangat.
Sementara itu, proses legalitas koperasi sedang dalam pengurusan, dibantu oleh Dinas Koperasi Kabupaten Banjar. Setelah akta notaris dan badan hukum resmi terbit, koperasi akan segera mengajukan berbagai proposal pengembangan.
"Kami berencana membangun kantor dan gudang operasional, serta mengajukan proposal ke berbagai pihak pendukung," bebernya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, koperasi ini telah menyiapkan tujuh unit usaha dan SDM dari kalangan anggota yang telah mendapatkan pembinaan. Sistem bagi hasil juga dirancang agar anggota mendapatkan manfaat langsung dari setiap kegiatan usaha koperasi.
"Kami ingin koperasi ini bukan hanya milik segelintir orang, tapi benar-benar menjadi alat kesejahteraan bersama," tutup Suherman.(Wartabanjar.com/Ikhsan)
editor: nur muhammad