WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sebuah unggahan video di media sosial Instagram memperlihatkan detik-detik polisi membekuk tiga pelaku perampokan di minimarket yang viral di media sosial. Kasus perampokan minimarket di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya terbongkar. Ironisnya, pelaku utama justru adalah karyawan minimarket itu sendiri yang menyusun skenario perampokan palsu demi membawa kabur puluhan juta rupiah. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/5/2025) pukul 04.28 WIB di sebuah gerai Alfamart di Jalan KH Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan bahwa pelaku utama bernama Abdul Yusup Apriyana, asisten minimarket tersebut, bersekongkol dengan dua rekannya, Danar Fauzan Supandi dan Tazul Arifin, untuk merekayasa perampokan. Skenario Licik: Dirampok Pura-Pura, Uang Disikat Nyata Yusup lebih dulu mengambil Rp 20 juta dari brankas pada pukul 01.00 WIB, yang kemudian diserahkan kepada Danar. Uang tersebut langsung ditransfer ke empat akun aplikasi Dana dengan total senilai sama. BACA JUGA:Heboh Kabel Terbakar di Banjarmasin! Damkar Sigap Padamkan Api di Tengah Kepanikan Warga Tak berhenti di situ, mereka melanjutkan aksi kedua. Sekitar pukul 04.25 WIB, Tazul masuk ke toko dan berpura-pura menjadi pembeli guna mengalihkan perhatian kasir. Sementara itu, Yusup naik ke lantai dua seolah hendak menghitung uang. Tak lama kemudian, ia mengirim pesan singkat “GAS” ke Danar melalui WhatsApp—kode untuk memulai aksi perampokan palsu. Danar pun masuk ke toko, berpura-pura ke toilet, lalu menyusul Yusup ke lantai dua. Ia memukul dan menodongkan pistol mainan ke Yusup, sesuai skenario. Setelah itu, Danar mengambil Rp 49,8 juta dan ponsel milik Yusup, lalu mengikat tangan sang asisten untuk memperkuat ilusi bahwa ia adalah korban. Tazul juga melarikan diri tak lama setelahnya. Dibongkar Polisi Lewat CCTV dan Penyamaran Tim Jatanras Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, dua pelaku ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Sabtu (17/5) dini hari, sementara Yusup diamankan tak lama kemudian. “Korban yang ternyata pelaku utama ini sengaja menyuruh temannya memukul, menodong dengan senjata mainan, mengikat dan melakban dirinya agar seolah-olah menjadi korban perampokan, padahal semua sudah dirancang,” jelas Kombes Ade Ary. Barang Bukti dan Uang Puluhan Juta Diamankan Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain: Satu pucuk pistol mainan Uang tunai Rp 30,25 juta Tiga unit ponsel Pakaian para pelaku Rekaman CCTV dari lokasi kejadian Ketiga tersangka kini ditahan dan dijerat pasal terkait perampokan dan rekayasa kejahatan. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.(Wartabanjar.com/terkinidotid/berbagai sumber) editor: nur muhammad