WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbulwathoniyah, menegaskan pentingnya penggunaan pintu air dan pompa dalam mengatasi persoalan genangan dan banjir rob yang kerap melanda kota berjuluk “Kota Seribu Sungai” tersebut.
Menurutnya, pintu air berfungsi menahan air pasang agar tidak masuk ke kawasan permukiman, terutama wilayah di belakangnya.
“Saat air pasang, pintu ditutup untuk melindungi wilayah yang ada di belakangnya, tetapi karena kondisi geografis kita ini adalah rawa, air bisa masuk dari berbagai arah. Jadi, perlu ditangani dengan tambahan teknologi seperti pompa,” ucap Hizbulwathoniyah, Jumat (16/5/2025).
Secara alami, air memang akan surut, namun durasinya bisa sangat lama yaitu mencapai 36 jam.
“Dengan pompa, durasi itu bisa dipersingkat jadi hanya sekitar 1 jam,” tambahnya.
Penerapan pintu air dan pompa, lanjutnya, sudah menjadi praktik umum di kota-kota besar dunia seperti Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.
BACA JUGA: GEGER! Emak-emak di Pasuruan Pukul Kepala Begal Pakai Batu Dibungkus Jilbab Meski Kena Bacok
“Konsep ini modern dan sudah saatnya diterapkan di Banjarmasin, karena ruang terbuka semakin berkurang dan jumlah bangunan terus bertambah,” jelasnya.







