Namun, Irsa juga menyoroti pentingnya transparansi informasi selama proses berlangsung dan berharap masyarakat diberikan pemahaman yang jelas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
BACA JUGA: Pilkada Barito Utara Kacau! MK Diskualifikasi Seluruh Paslon Akibat Politik Uang
“Informasi harus terbuka, baik lewat papan informasi di lapangan, media cetak, maupun media elektronik. Ini penting agar masyarakat paham arah dan tujuan normalisasi sungai,” tambahnya.
Irsa menambahkan, keterbukaan informasi bisa menjadi kunci untuk meredam potensi konflik dan pro-kontra di masyarakat.
“Saat ini, progres tahap I peningkatan kapasitas Sungai Veteran telah mencapai 25 persen,” tuturnya.
Pekerjaan ini meliputi pemasangan concrete canal sheet pile (CCSP) sepanjang 300 meter di tengah aliran sungai, mencakup pelebaran sungai hingga 8 meter dan pengerukan sedalam 4 meter.
Revitalisasi tahap awal ini membentang dari Jembatan Simpang Ulin hingga Taher Square sepanjang 900 meter, dengan anggaran mencapai Rp209 miliar yang bersumber dari hibah World Bank melalui program NUFReP. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2026. (Ramadan)
Editor: Yayu







