BRT Banjarbakula Stop Selama 2 Minggu, Siap Bertransformasi ke Skema BTS

Terlebih, Ia menerangkan, perubahan skema ini didasari dari kajian dan evaluasi yang dilakukan Dishub Kalsel tahun lalu, dan skema BTS telah terbukti sukses meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

“Pada saat pengelolaan BTS berpindah dari Kementerian Perhubungan ke Pemprov Kalsel, loading factor (tingkat keterisian penumpang) naik dari 60 persen menjadi 91 persen. Kita melihat ini sebuah pola yang dapat dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” beber Fitri.

Tak hanya itu, penyegaran dan pembenahan sarana dan prasarana armada bus juga akan dilakukan pada perubahan skema ini. Dimana saat ini, BRT Banjarbakula memiliki 16 unit bus, terdiri dari 11 bus lama dan 5 bus baru.

“Yang dilengkapi sejumlah fitur pendukung seperti sistem pembayaran (On Duck Unit/ODU/Tap on Deck), sistem informasi penumpang, dan kamera pengawas (CCTV) untuk keamanan,” ucap Fitri.

Sambil menunggu BRT Banjarbakula kembali beroperasi, Fitri mengatakan bahwa layanan transportasi akan tetap disokong oleh armada BTS Trans Banjarbakula.

“Semoga bisa tetap memberikan pelayan yang terbaik dalam keadaan yang mungkin tidak terlalu optimal. Mengingat, kemungkinan adanya pengurangan armada yang beroperasi karena keterbatasan jumlah bus,” pungkasnya. (IKhsan)

Editor Restu