“Inilah bukti kehadiran nyata pemerintah. Kami ingin masyarakat merasa dimudahkan,” ujar Hj. Herlina, Plt Kepala Disperindag Balangan.
Menurut Herlina, lokasi pelaksanaan pasar murah bisa ditentukan berdasarkan permintaan dari desa maupun inisiatif Disperindag sendiri.
Tujuannya jelas: agar seluruh desa bisa merasakan manfaatnya tanpa terkecuali.
Tak hanya digelar rutin, pasar murah juga diintensifkan menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Waisak, hingga Tahun Baru. Program ini diberi nama Bapamu Kuat, singkatan dari Balangan Pasar Murah Kita untuk Rakyat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Pemkab Balangan membuktikan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil bukan sekadar janji, melainkan langkah nyata di lapangan.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad













