https://youtube.com/shorts/Hn9j6qCWXJg   WARTABANJAR.COM - Jalur pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho kembali menjadi sorotan publik. Sebuah video viral menunjukkan para pendaki diminta menyewa kain senilai Rp 5 ribu oleh seseorang di jalur tersebut. Alasan yang diberikan adalah demi menjaga kesakralan kawasan yang disebut-sebut sebagai lokasi "murco" atau moksa Raja Brawijaya. Praktik ini terjadi di wilayah Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, tepatnya setelah pos pendakian pertama. Pendaki diarahkan masuk melalui jalur yang diklaim milik seorang warga bernama Jayadi. Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka diharuskan mengenakan kain yang disediakan dengan tarif sewa Rp 5 ribu. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Hari Purnomo, membenarkan bahwa praktik penarikan uang tersebut dilakukan oleh Jayadi. Namun, menurutnya, tindakan itu bersifat pribadi dan tidak memiliki izin resmi. "Sudah kami koordinasikan dengan Perhutani karena lokasi itu bukan wilayah kewenangan Jayadi. Tarikan biaya itu tidak resmi dan bersifat ilegal," tegas Hari. Meski telah mendapatkan teguran dari Perhutani, Jayadi disebut masih bersikeras menjalankan praktik tersebut. Bahkan, mediasi lanjutan dijadwalkan digelar pada Selasa (6/5), melibatkan berbagai pihak termasuk Muspika Jenawi, Satpol PP, kepala desa, serta lembaga masyarakat sekitar hutan. Relawan pendakian Gunung Lawu via Cetho, Eko, menegaskan bahwa praktik ini meresahkan dan berpotensi menurunkan minat pendaki. Ia mengaku pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Disparpora, karena oknum yang bersangkutan bahkan menggunakan nama lembaga untuk menarik uang. "Setelah kami telusuri, itu hanya oknum. Bahkan narasi tentang tempat moksa Raja Brawijaya yang dijadikan alasan pun diragukan keasliannya. Bangunan itu baru muncul sekitar 2019, bukan situs budaya resmi," ujar Eko. Polemik ini menimbulkan kekhawatiran lebih luas akan praktik-praktik liar di jalur pendakian yang seharusnya steril dari pungutan tidak resmi. Masyarakat dan komunitas pendaki berharap ada tindakan tegas dari pemerintah agar Gunung Lawu tetap menjadi destinasi alam yang nyaman, aman, dan bebas dari pungli berkedok tradisi.(vri/berbagai sumber) #pendaki #gununglawu #pungli #wartabanjar