WARTABANJAR.COM, HST – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 resmi dimulai dengan melibatkan 150 personel gabungan dari Komando Satgas, Tim Asistensi, dan Satuan Setingkat Kompi (SSK). Kegiatan dilaksanakan mulai 6 Mei hingga 4 Juni 2025 di Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Komandan Kodim 1002/HST, Letkol Inf Fery Perbawa, menyampaikan bahwa pembangunan fisik TMMD kali ini difokuskan pada peningkatan akses dan fasilitas dasar bagi masyarakat, khususnya untuk menghubungkan wilayah Desa Lok Nyiur yang selama ini terpisah dari induk desanya, Pengambau Hilir Luar. Baca Juga VIDEO – Tabrakan M4ut Mobil Tangki vs Kontainer di Mataraman, Truk Tangki Diangkat, Jalan Macet Puluhan Kilometer “Pekerjaan meliputi pemasangan paving block, pembangunan jalan penghubung sepanjang 1.030 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan gorong-gorong, siring 7 meter x 2 meter, rehab musala dan MCK, pos kamling, sumur bor di lima titik, serta rehab dua unit rumah tidak layak huni (RTLH),” ujarnya. Selain pembangunan fisik, TMMD ke-124 juga menggelar sejumlah kegiatan non-fisik seperti bakti sosial, pengobatan gratis, pelayanan KB dan stunting, pelayanan posyandu dan posbindu, serta penyuluhan bela negara, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan rekrutmen TNI, penyuluhan pertanian, penyuluhan UMKM, penyuluhan hukum, penyuluhan perikanan, hingga penyuluhan lingkungan hidup. Letkol Inf Fery Perbawa juga menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. “Tidak ada kendala berarti di lapangan karena sejak awal kami telah berkoordinasi dengan warga. Jalan yang dibangun berada di atas tanah persawahan milik warga, dan ini sangat berguna bagi aktivitas harian mereka,” jelasnya. Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Ilmi saat diwawancarai mengatakan bahwa TMMD menjadi solusi konkrit dalam membangun desa yang selama ini belum tersentuh pemerintah. “Puluhan tahun masyarakat di sana tidak bisa melewati Pengambau Hilir Luar untuk ke luar desa. Alhamdulillah melalui TMMD ini ada langkah nyata menyatukan wilayah yang sebelumnya terisolir,” kata Gusti Rosyadi. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten HST mendukung penuh program ini dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar, ditambah bantuan dari Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp125 juta. “TMMD ini menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap pelaksanaan berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya. Warga pun menyambut gembira kehadiran program TMMD. Salah satunya Salamiah (72), warga RT 2 Desa Lok Nyiur. “Desa kami sekarang sudah ada jalan ke Barabai, jadi tidak perlu lewat kabupaten sebelah lagi atau harus memutar lewat Sebamban. Kami juga sangat bersyukur karena sekarang ada tandon air bersih, dulu kalau kemarau air sungai kering, jadi sangat kesulitan,” ujarnya. Desa Lok Nyiur sendiri terdiri dari 19 rumah dan 22 Kepala Keluarga yang sebelumnya mengalami keterbatasan infrastruktur dasar, baik akses jalan maupun air bersih. (Adew) Editor Restu