WARTABANJAR.COM, BARABAI - Barabai Fashion Year 2025 dibuka secara resmi oleh Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, bersama Ketua TP PKK HST, Deni Era Yulyantie (Mama Deden) dengan pemotongan pita yang berlangsung di Lapangan Dwi Warna Barabai, Sabtu (3/5/2025). Ajang fashion tahunan ini menyuguhkan suasana meriah dan penuh warna, serta dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Wakil Bupati, Wakil Ketua TP PKK HST, Dandim 1002/HST, perwakilan Polres, Dekranasda, pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya. “Fashion sebagai Ekspresi Budaya dan Ekonomi Kreatif” BACA JUGA:Dibuka Bupati Samsul Rizal, 332 Pelajar SD-SMP di HST Adu Tangguh di O2SN 2025, Bertarung di 10 Cabor! Dalam sambutannya, Mama Deden menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Barabai Fashion Year sebagai ruang ekspresi seni dan budaya lokal, serta upaya untuk menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata. “Fashion bukan hanya soal gaya, tetapi juga identitas budaya, ekspresi seni, dan kekuatan ekonomi. Ini menjadi ajang yang sangat baik untuk menampilkan karya lokal dan mengembangkan jejaring kreatif,” ujar Mama Deden. Ia berharap Barabai Fashion Year bisa digelar setiap tahun dan menjadi agenda andalan daerah. “Kita bisa belajar dari Jember Fashion Carnaval (JFC) yang sudah mendunia. Semoga HST bisa punya kebanggaan serupa lewat ajang ini,” harapnya. Meningkatkan Kreativitas dan Ekonomi Lokal Mama Deden juga menekankan pentingnya peran fashion sebagai media pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda. “Fashion bisa jadi media pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda kita,” pungkasnya. BACA JUGA:Bupati HST Gaet Briton English Education, Siap Bangun UPT Bahasa Tingkatkan SDM Muda Murakata Fashion Show Meriahkan Acara Ajang ini dimeriahkan oleh berbagai fashion show yang menampilkan busana-busana lokal, termasuk dari Nanang Galuh HST, Putri Anggrek HST, serta koleksi khas sasirangan dari Dekranasda HST yang diperagakan langsung oleh Ketua TP PKK HST. Selain itu, berbagai karya lokal dari UMKM juga turut meramaikan panggung dengan busana bernuansa etnik, modern, dan ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Diah Handmade, Sukma Sasiranga, Serabun Barikin, dan RN Collection.(Wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad