Melalui FGD ini, pihaknya berharap para peserta dapat saling berbagi pengalaman dan wawasan yang bermanfaat untuk menyusun rencana strategis percepatan pengembangan Haruan Estate.
“Ini penting agar kita dapat menjaga kontinuitas suplai sepanjang tahun, menekan inflasi dari sisi pangan, dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Narasumber yang hadir dalam diskusi ini berasal dari berbagai pihak yang memiliki kepakaran dan pengalaman di bidangnya, di antaranya dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta internal Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan penyelenggaraan FGD ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik kawasan Kalimantan melalui sektor perikanan yang berdaya saing tinggi.
“Bersama-sama kita wujudkan pengembangan budidaya ikan gabus untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Nadiyah. (mc kalsel)
Editor: Yayu







