WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dalam upaya melawan penyebaran informasi palsu di kalangan generasi muda, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan menjalin kolaborasi strategis dengan SMK Telkom Banjarbaru lewat program Literasi Media bertajuk "Cegah Hoaks, Selamatkan Masa Depan", yang digelar Senin (29/4/2025). Kegiatan ini menyasar langsung pelajar sebagai garda terdepan dalam memfilter banjir informasi digital yang kian tak terbendung. Ketua KPID Kalsel, H. M. Farid Soufian, menyebut pelajar punya peran penting sebagai agen perubahan di era serba cepat dan penuh distraksi ini. “Anak muda harus jadi filter informasi, bukan justru penyebar. Verifikasi sebelum membagikan informasi adalah kunci memutus mata rantai hoaks,” tegas Farid di hadapan puluhan siswa peserta. Lebih dari sekadar ceramah biasa, kegiatan ini juga menyuguhkan edukasi hukum terkait penyebaran hoaks, termasuk pemahaman mendalam mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). BACA JUGA:Misteri Gunung Bulu Bialo: Pendaki Wanita Asal NTT Tersesat Usai Diajak Sosok Misterius​ Sanksinya tidak main-main: pelaku penyebar hoaks dapat dikenai hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. “Kami tidak sedang menakut-nakuti, tetapi mengedukasi. Pelajar harus tahu bahwa dunia digital juga memiliki aturan main yang ketat,” jelasnya. Program literasi ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye KPID Kalsel yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan di berbagai institusi pendidikan, seperti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban). Agenda berikutnya, KPID menargetkan Universitas Achmad Yani (UVAYA) dan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai lokasi penyuluhan berikutnya. Farid berharap siswa SMK Telkom Banjarbaru yang telah mendapat pembekalan ini bisa menjadi influencer positif di lingkungan mereka, menyebarkan budaya cek fakta dan berpikir kritis sebelum membagikan informasi ke media sosial. “Kami ingin mereka jadi duta literasi media, minimal di lingkup OSIS atau forum siswa. Edukasi ini harus menular, agar penyebaran hoaks bisa ditekan sejak dini,” tutupnya.(Wartabanjar.com/Ikhsan) editor: nur muhammad