BIKIN MERINDING! "Bagandang Nyiru" Film Horor Lokal Angkat Mitos Mistis Gunung Jambangan, Catat Tanggal Tayangnya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, KOTABARU – Dunia perfilman lokal kembali bergairah! Film berjudul "Bagandang Nyiru" karya anak asli Bumi Sa-Ijaan, Aditya Rahman, siap menghipnotis para pencinta film horor bernuansa budaya.
Film ini mengangkat kisah penuh misteri yang terinspirasi dari mitos masyarakat Banjar, khususnya seputar Gunung Jambangan — lokasi yang dikenal indah sekaligus menyimpan banyak kisah mistis.
BACA JUGA:VIRAL! Aksi Anggota Klub Motor Senggol Warga & Ditantang Duel: Jawabannya: “Gua Anggota!”
Dari trailer yang telah beredar, film ini menjanjikan pengalaman menegangkan dan memacu rasa penasaran. Tak hanya menonjolkan sisi horor, "Bagandang Nyiru" juga bertujuan memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Zaman sekarang anak-anak juga perlu dikenalkan tentang budaya, salah satunya lewat visual. Saya berharap film ini bisa jadi alternatif hiburan yang juga edukatif,” ujar Aditya, sang sutradara dan produser, dikutip dari akun Instagram @berita.kotabaru, Sabtu (26/4/2025).
Sinopsis Singkat
"Bagandang Nyiru" berkisah tentang lima sahabat yang memutuskan untuk berlibur ke Gunung Jambangan. Awalnya, mereka berharap menikmati keindahan alam. Namun, liburan itu berubah menjadi pengalaman penuh teror saat mereka tersesat, berputar-putar tanpa arah, dan dihantui perasaan takut.
Yang membuat film ini semakin hidup, Aditya mengungkapkan bahwa ceritanya terinspirasi dari pengalaman nyata keluarganya, di mana sepasang suami istri pernah hilang di gunung dan ditemukan setelah dua hari pencarian.
“Kisah ini berdasarkan pengalaman keluarga saya. Saya berusaha menggambarkannya seautentik mungkin dalam film ini,” tuturnya.
Jadwal Tayang
Film "Bagandang Nyiru" dijadwalkan tayang perdana untuk umum pada 2 Mei 2025. Aditya mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kalimantan Selatan, untuk mendukung film lokal dan menikmati kisah budaya yang dikemas dalam visual yang menarik.(Wartabanjar.com/berita.kotabaru)
editor: nur muhammad