Winarto menambahkan, pihaknya tetap mendukung BPR dalam hal sosial dan program kemitraan pemerintah. Namun untuk penyertaan modal yang bersifat komersil, harus ada keuntungan yang sebanding.
“Jangan sampai biaya operasional tinggi tapi tidak berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Ini bisa jadi pertanyaan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Risiko BPR Tanjung Bersinar, Suhardi, menjelaskan bahwa berdasarkan indikator dari OJK, pihaknya telah memenuhi syarat sebagai bank sehat. Ia menyebutkan beberapa indikator kunci seperti ROI dan NPL masih berada dalam ambang batas aman.
“Return on Investment (ROI) kami 1,97, di atas ambang batas 1,5 yang ditetapkan OJK. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) kami di angka 3,95, masih di bawah batas maksimal 5 persen,” ungkap Suhardi.
Ia juga menyampaikan bahwa BPR Tanjung Bersinar memiliki total 43 karyawan, terdiri dari 6 pengurus, 3 komisaris, 3 direktur, dan 37 staf karyawan.(Wartabanjar.com/Hakim)
editor: nur muhammad







