Saat Witan Sulaeman ditarik keluar pada babak pertama, penggantinya bukan Simic, melainkan sesama pemain mungil Rayhan Hannan.
Rayhan Hannan kemudian mencetak gol fantastis berupa sepakan lengkung dari sudut sempit menaklukkan Ernando Ari.
Dony Tri Pamungkas pun menuai kredit lantaran menjadi pemain paling berbahaya sepanjang pertandingan.
Simpulannya, Persija lebih hidup tanpa Simic, tim bisa hidup jika Simic pergi.
Carlos Pena menjelaskan pemilihan striker yang tak melibatkan Super Simic tersebut.
“Ya kami menggunakan formasi berbeda dan tidak menurunkan pemain nomor sembilan (penyerang murni),” ujar Pena.
“Hari ini kami mencoba pemain dengan mobilitas tinggi di lini depan, ada Witan, Dony, Ryo, dan Rayhan.”
“Kami tahu akan sulit untuk memberikan umpan lambung (jika mainkan Simic) karena bek tengah Persebaya kuat,” jelasnya.
Di luar solusi internal tersebut, Macan Kemayoran dalam situasi pelik lantaran cuma menang satu kali dalam sembilan laga terakhir.
Persija selanjutnya bertandang ke Persik Kediri pada Sabtu 19 April. (Berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







