Pemko Banjarmasin Bentuk Tim Khusus Tangani Masalah Sampah di TPA Basirih
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya melakukan penanganan khusus terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.
Dalam penanganan tersebut beberapa poin terus dijalankan, di antaranya adalah indeks risiko untuk mengukur pencemaran sampah di TPA tersebut.
Solusinya, Wali Kota Banjarmasin, H. M Yamin HR akan membentuk sebuah tim khusus indeks risiko yang dinamai Percepatan Penanganan Persampahan di Kota Banjarmasin.
Tim khusus ini diharapkan dapat bersinergi bersama-sama menyelesaikan berbagai hal dalam penanganan sampah di Kota Banjarmasin.
"Tim percepatan penanganan persampahan ini akan melibatkan orang-orang dari kementerian dan DLH," ujar Yamin, Kamis (17/4/2025).
Selain juga pihaknya akan melibatkan akademisi dari Pemerhati Kota, Ormas, LSM.
BACA JUGA: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Hari ini 17 April 2025, Banjarmasin, Kotabaru dan Tanah Bumbu Hujan
"Kita jadikan satu di sana nanti untuk mengolaborasikan dalam waktu 60 hari ini," sambungnya.
Dengan sinergitas yang diusulkan Kementerian PU ini, Pemko berharap operasional TPA Basirih dapat berjalan dengan baik.
"Maksud dalam beroperasi di sini bukan berarti menerima sampah sekonyong-konyongnya. Sampah ada, langsung dibuat, ada sampah yang sudah dipilah, ada sisa residu baru dibuang. Nah harapan kita ada sampah sisa residu, residu ini pun kalau bisa jadi RDF," jelasnya.
Meskipun lahan TPA Basirih ditutup, pihaknya juga harus mengambil gas metan terlebih dahulu karena masih bisa dimanfaatkan, sementara sisa sampah plastik akan diolah menggunakan sistem pabrik-pabrik yang bisa dijadikan serbuk partikel.
"Kalau perlu sampah kita yang ada kita tambang. Banyak sampah plastiknya kan, kalau perlu kita tambang kembali sampahnya yang plastik kita kumpulin untuk kita olah, kita jadikan biji plastik," tutupnya. (Ramadan)
Editor: Yayu