BMKG Peringatkan Warga Terkait Gempa Bogor, 2 Gunung Api di Jawa Barat ini Wajid Diwaspadai

Aktivitas vulkanik di kawasan Gunung Salak dan Gunung Gede belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan, sehingga ia meminta kewaspadaan dari semua pihak.

“Ini kan baru diketahui, ternyata Gunung Salak dan Gunung Gede sekarang sudah ada kecenderungan aktif. Ini tetap harus diwaspadai. Mitigasinya seperti apa, dan harus diinformasikan kepada warga,” kata Bima, dikutip dari berbagai sumber.

Terpisah, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan Gempa Bogor berjenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif, bukan gempa vulkanik atau gempa akibat aktivitas gunung api.

Hal itu dibuktikan oleh bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponen frekuensi tinggi (Strong shearing is a characteristic of tectonic earthquakes that occur when faults rupture and release energy).

Hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG menunjukkan, Gempa Bogor memiliki mekanisme geser (strike-slip).

“Episenter Gempa Bogor terletak pada jalur Sesar Sesar Citarik yang memiliki mekanisme geser mengiri (Sidarto, 2008),” kata Daryono, dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (12/4/2025).

Ia menambahkan, pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip) sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG. (yayu)

Editor: Yayu