Meski kondisi buaya telah mati, kemunculan mendadaknya tetap menimbulkan keresahan, terlebih karena ukuran tubuhnya yang cukup besar dan lokasinya yang sangat dekat dengan permukiman.
Pengingat Konflik Manusia dan Satwa Liar
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kawasan tepian sungai di Kalimantan Tengah adalah wilayah berbagi antara manusia dan satwa liar. Ketika habitat alami mereka semakin terdesak oleh pembangunan dan aktivitas manusia, kemungkinan konflik semacam ini semakin sulit dihindari.
Pihak berwenang diimbau untuk lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai dan langkah-langkah mitigasi konflik dengan satwa liar, khususnya buaya yang masih banyak ditemukan di perairan Kalimantan.(Wartabanjar.com/folkkalteng)
editor: nur muhammad







