“Bantuan logistik sudah kami kirim sesuai permintaan dari pemerintah Kabupaten/Kota. Kami juga terus berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten/Kota untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran,” ujar Achmadi.
Selain HSU, banjir juga sempat terjadi di wilayah Kabupaten Tapin. Namun demikian, penanganan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Tapin berhasil meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Hingga saat ini, kondisi di Tapin relatif sudah stabil dan masyarakat mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Pemkab Tapin juga telah menyalurkan bantuan dan melakukan normalisasi beberapa saluran air untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Menurut informasi dari BMKG, saat ini Kalsel tengah berada dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Masa transisi ini ditandai dengan cuaca yang cenderung tidak menentu, seperti hujan lokal disertai angin kencang di beberapa wilayah. Diperkirakan, musim kemarau akan mulai masuk pada bulan Juni 2025 mendatang,” tambahnya.
Menghadapi masa transisi ini, Pemprov Kalsel mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terjadi penyumbatan saluran air yang dapat memperparah kondisi banjir.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah-wilayah rawan banjir. Edukasi dan sosialisasi terkait mitigasi bencana terus digencarkan oleh dinas terkait agar masyarakat semakin siap dan sigap saat menghadapi kondisi darurat.
“Penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama. Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah dan mengurangi risiko bencana, terutama di masa peralihan musim seperti sekarang,” tandas Achmadi. (MC Kalsel)
Editor Restu







