Akrom Majid, salah satu pemudik yang dalam perjalanan menuju Bekasi, turut merasa senang dengan adanya Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi Kementerian Agama.
“Adanya masjid ini sangat membantu, terutama bagi kami yang mudik menggunakan sepeda motor. Bisa istirahat, makan, dan bahkan belanja oleh-oleh juga,” tuturnya.
Masjid Al-Fairus tidak hanya fokus pada fungsi ibadah semata, tetapi juga menjadi tempat pelayanan sosial yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, turut mengapresiasi langkah aktif takmir Masjid Al-Fairus dalam mendukung program Masjid Ramah Pemudik.
“Masjid-masjid yang buka selama 24 jam saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2025 memberi kesan mendalam bagi para musafir yang sedang dalam perjalanan silaturahmi Idulfitri. Ini adalah bentuk pelayanan keumatan yang luar biasa,” ujar Abu saat dihubungi pada Sabtu (5/4).
Ia menyebut, inisiatif ini merupakan bentuk nyata dari dakwah bil hal yang berdampak besar dalam pelayanan publik.
“Inilah sebentuk dakwah bil hal dari para takmir kepada para pemudik musafir. Ke depan, saya berharap langkah ini bisa terus ditingkatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih kreatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







