Wagub Hasnuryadi juga menyinggung warisan Datu Kelampayan yang tidak hanya berupa kitab-kitab, tetapi juga melahirkan para alim ulama dari generasi ke generasi, termasuk ulama kharismatik seperti Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.
“Insya Allah, keturunan dan penerus beliau akan terus hadir, membimbing ummat ke jalan yang diridhai Allah SWT,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Wagub Hasnuryadi mendoakan agar keberkahan selalu menyertai masyarakat Kalsel.
“Semoga berkat kita berhadhir dalam haulan ini, kita dan Banua kita senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT, serta dilindungi dari segala macam bencana,” pungkasnya.
Sementara itu, ketua yayasan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, H Muhammad Husein menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, serta dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah.
“Alhamdulillah, acara haul tahun ini berjalan dengan sangat baik dan penuh keberkahan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, relawan, para ulama, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaah yang telah turut serta menyukseskan acara ini,” ucapnya.
Menurutnya, haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan keilmuan dan perjuangan dakwah Datu Kelampayan yang sangat berjasa dalam penyebaran Islam di Kalsel.







