Dilansir dari Kyodo, Trump mengatakan tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.
Trump menyebut hari pengumuman itu sebagai “Hari Pembebasan” bagi negaranya.
Ia dan para pejabat administrasinya berpendapat bahwa Amerika Serikat telah “dirugikan” oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.
Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih.
Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan kedua yang tidak berturut-turut lebih dari dua bulan lalu, Trump telah memberlakukan berbagai jenis tarif baru.
Di antaranya adalah tarif tambahan 25 persen untuk mobil yang diproduksi di luar Amerika Serikat, yang akan berlaku mulai Kamis, serta tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium.
Menurut seorang pejabat senior Gedung Putih, tarif universal akan mulai berlaku pada Sabtu (5/4/2025), sementara tarif timbal balik –yang menargetkan sekitar 60 mitra dagang AS– akan diberlakukan mulai Rabu (9/5/2025). (berbagai sumber)
Editor:Erna Djedi







