WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Ziarah kubur menjadi tradisi yang penuh makna bagi umat Muslim setiap kali merayakan Hari Raya Idul Fitri. Selain sebagai momen mengenang para leluhur, ziarah juga dimaknai sebagai waktu untuk mendoakan mereka serta mempererat hubungan keluarga. Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi peziarah di Banjarmasin adalah Taman Makam Jalan Masjid Jami, yang berada di antara Makam Pahlawan Pangeran Antasari. Lokasi Ziarah yang Penuh Sejarah dan Makna Taman Makam Jalan Masjid Jami Banjarmasin terdiri dari dua kompleks makam besar, yaitu Makam Muhammadiyah dan NU, yang dipisahkan oleh jalan raya. Makam Pahlawan Pangeran Antasari menjadi saksi sejarah yang selalu ramai dikunjungi peziarah, terutama pada momen Idul Fitri. Setiap tahunnya, banyak keluarga yang datang berziarah untuk mengingat jasa-jasa para leluhur dan mendoakan mereka. Salah satu peziarah yang rutin berziarah setiap tahun adalah Muhammad Arifin Ilham. BACA JUGA:HEBOH! Trafo Listrik Meledak dan Terbakar di Berangas Barito Kuala, Warga Panik Tradisi Ziarah Kubur Keluarga Arifin Muhammad Arifin Ilham mengungkapkan bahwa ia selalu mengunjungi makam kakeknya setiap Hari Raya Idul Fitri bersama kedua orang tua dan adiknya. “Alhamdulillah, saya ke sini setiap tahun, setiap Idul Fitri. Saya datang bersama kedua orang tua dan adik saya untuk mengunjungi makam kakek saya,” ujar Arifin, Senin (31/3/2025). Namun, pada tahun ini, ia mengalami kesulitan mencari makam kakeknya karena area pemakaman terendam banjir akibat hujan yang sering melanda kawasan tersebut. "Tadi sempat kesulitan mencari makam karena tenggelam akibat banjir, mungkin karena hujan yang sering melanda di sini," tambah Arifin. Pembacaan Doa dan Harapan pada Idul Fitri Selama berziarah, Arifin dan keluarganya melaksanakan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mulai dari Surah Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, hingga Al-Ikhlas. Mereka juga mengucapkan doa-doa keselamatan bagi keluarga yang masih hidup dan yang telah meninggal. “Harapan saya di momen hari raya ini, semoga keluarga saya selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” kata Arifin dengan penuh harap. Ziarah Kubur, Tradisi yang Mengikat Keluarga Momen ziarah kubur di Idul Fitri menjadi waktu yang penuh makna bagi banyak keluarga untuk mengenang dan mendoakan leluhur mereka. Selain itu, tradisi ini juga menjadi cara untuk mempererat hubungan keluarga, merayakan kebersamaan, dan menjaga warisan nilai-nilai luhur yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan terus melestarikan tradisi ini, masyarakat Banjarmasin mengajarkan pentingnya doa, penghormatan terhadap leluhur, serta kebersamaan dalam keluarga. Ziarah kubur pada Hari Raya Idul Fitri menjadi simbol kesetiaan dan penghargaan kepada para pendahulu, sekaligus kesempatan untuk memohon berkah dan keselamatan dari Allah SWT.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar) editor: nur muhammad