WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Harga emas dunia terus mencetak rekor tertinggi dan pada Rabu (19/3/2025) pagi telah mencapai US$ 3.033 per troy ons. Kenaikan ini didorong oleh dua faktor utama, yakni ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS). Sejalan dengan kenaikan harga emas dunia, harga emas batangan Antam di dalam negeri juga mencapai titik tertinggi, yakni Rp 1,759 juta per gram. Jika harga emas dunia terus bertahan di atas level US$ 3.040, analis pasar di City Index, Razan Hilal, memperkirakan level resistensi berikutnya bisa menyentuh US$ 3.080 dalam skenario ekstrem. Pergerakan Harga Emas Beberapa Hari Terakhir Harga emas dunia dalam beberapa hari terakhir mengalami tren kenaikan: 16 Maret 2025: US$ 2.970 per troy ons 17 Maret 2025: US$ 2.985 per troy ons 18 Maret 2025: US$ 3.015 per troy ons 19 Maret 2025: US$ 3.033 per troy ons BACA JUGA:Besaran Pembayaran Zakat Fitrah dan Fidyah Berupa Beras & Uang Kota Banjarmasin untuk Idul Fitri 1446 H Aset Safe Haven Sebagai aset safe haven, harga emas mengalami lonjakan lebih dari 15% sejak awal tahun. Sepanjang 2024, logam mulia ini telah mencetak rekor tertinggi sebanyak 14 kali. Faktor Geopolitik: Ketegangan Timur Tengah Dilansir dari Beritasatu.com, ketegangan geopolitik menjadi pemicu utama lonjakan harga emas. Serangan udara Israel ke target Hamas di Gaza, yang menewaskan lebih dari 400 orang dan mengancam gencatan senjata selama dua bulan terakhir, meningkatkan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Menurut Nicky Shiels, Kepala Strategi Logam di MKS PAMP SA, eskalasi konflik di Timur Tengah telah meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen perlindungan aset di tengah ketidakpastian global. Faktor Ekonomi: Kebijakan Perdagangan AS Selain itu, kebijakan perdagangan AS juga berdampak signifikan terhadap pasar emas. Donald Trump mengusulkan tarif tetap 25% pada baja dan aluminium yang mulai berlaku sejak Februari 2025. Selain itu, tarif timbal balik dan sektoral dijadwalkan mulai diterapkan pada 2 April mendatang. Investor kini mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin, di mana Trump diperkirakan akan mendorong gencatan senjata di Ukraina. Selain itu, keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan Rabu ini juga menjadi faktor yang diperhitungkan pasar.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com) editor: nur muhammad