WARTABANJAR.COM – Salah satu amalan yang sangat baik dikerjakan pada bulan suci Ramadan adalah shalat tahajud.
Shalat tahajud merupakan salah satu shalat sunnah yang dianjurkan bagi kaum Muslim. Shalat tahajud sendiri dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya hingga terbitnya fajar.
Berbeda dengan shalat sunnah lainnya, shalat sunnah tahajud dianjurkan dilaksanakan setelah bangun dari tidur.
Bilangan rakaat dalam shalat tahajud tidak pernah dibatasi jumlahnya, akan tetapi dianjurkan untuk melakukan salam pada tiap-tiap dua rokaatnya.
Lalu bagaimana cara pelaksanaan shalat tahajud yang benar? Berikut panduan shalat tahajud lengkap dengan niat hingga bacaan doa setelahnya.
Tata Cara dikutip dari MUI Online:
1. Mengucapkan niat shalat tahajud
Sama seperti pelaksanaan shalat pada umumnya, langkah awal yang dilakukan dalam pelaksanaan shalat tahajud ialah membaca niat sebagai berikut :
Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya, “Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Niat shalat tahajud diucapkan beriringan dengan takbiratul ihram.
2. Membaca doa iftitah
Bacaan doa iftitah dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan doa iftitah pada umumnya, yakni :
Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: “Allah Mahabesar, Mahasempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”
Atau riwayat lain menyebutkan sebagai berikut :
Allaahumma baa’id bainii wabainaa khotoo yaa ya kamaa baa ‘adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khotoo yaa kamaa yunqqots tsaubul abyadhuu minaddanas. Allaahummaghsil khotoo yaa ya bil maa i wats tsalji walbarod.
Artinya :
“Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dan di antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.”
3. Membaca surat al-fatihah pada tiap-tiap rakaatnya
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm .al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. ar-raḥmānir-raḥīm. māliki yaumid-dīn. iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn
Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
4. Membaca surat yang terdapat dalam Alquran
Sama seperti pelaksanaan shalat pada umumnya, setelah membaca surat al-fatihah dalm pelaksanaan shalat tahajud juga dianjurkan untuk membaca surat yang terdapat di dalam Alquran.
Tidak ada perintah detail yang menyebutkan pemilihan surat tersebut apakah harus surat pendek atau surat panjang yang terdapat di dalam Alquran.
5. Ruku
Bacaan ruku dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan ruku’ pada umumnya, yakni :
Subhana rabbiyal ‘adhimi wa bihamdihi.
Artinya: “ Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan maha terpuji.”
Atau riwayat lain menyebutkan sebagai berikut :
Subhaanaka allaahuma robbanaa wabihamdika allaahumaghfirlii.
Artinya:
Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada Engkau, ya Allah, aku memohon ampun.
6. Itidal (berdiri setelah ruku’)
Bacaan I’tidal dalam shalat tahajud sesuai dengan bacaan I’tidal pada umumnya, yakni :
Sami’allahu liman hamidah.
Artinya: “ Aku mendengar orang yang memuji-Nya.”
Kemudian saat berdiri dilanjutkan membaca:







