WARTABANJAR.COM, PARINGIN- Tiap bulan puasa Ramadhan, biasanya ada tradisi membangunkan orang untuk sahur atau di Kalsel disebut bagarakan sahur, namun kini hal itu sudah mulai menghilang.
Mengingat sepuluh tahun silam, tradisi bagarakan sahur sudah sangat jauh berbeda.
Dulu bagarakan sahur hanya menggunakan alat seadanya seperti botol kaca, panci, besi bahkan juga ada yang menggunakan bambu.
Alat-alat itu disusun dan dipukul sehingga mengeluarkan bunyi yang bervariasi, sehingga menjadi sebuah irama.
Bahkan seringkali, sebelum bagarakan sahur, di siang harinya, mereka menggelar latihan agar iramanya serentak sesuai dengan yang diinginkan.
Kenangan yang sangat indah, jarang sekali ditemui saat ini, bahkan di Kabupaten Balangan pun hampir tidak ada lagi.













