BACA JUGA: Disdik Kota Banjarmasin Umumkan Libur Diperpanjang, Masuk Sekolah 9 April
Sangat jauh berbeda dengan yang ada saat ini, bagarakan sahur hanya menggunakan pengeras suara yang diarak menggunakan mobil maupun motor, bahkan disetel dengan lagu-lagu yang tak sedikitpun menggambarkan nuansa Ramadhan.
Bahkan tidak sedikit orang yang terganggu dengan cara bagarakan sahur saat ini, karena menurut mereka suaranya terlalu keras.
“Saya hampir tidak pernah lagi mendengar anak-anak zaman sekarang bagarakan sahur menggunakan alat-alat seperti zaman dahulu, saat ini mereka hanya menggunakan pengeras suara yang di arak ke seluruh kampung,” ujar seorang warga Balangan, Irul. (Alfi)
Editor: Yayu







