Kemudian, dua warga sipil luka serius di wajah dan bahu, tetapi dalam kondisi stabil,
sebuah gereja dan tujuh bangunan lainnya rusak, dan sekitar 50 warga terpaksa mengungsi ke balai kota terdekat.
Militer Korea Selatan segera turun tangan dan menyatakan permintaan maaf atas insiden ini.
Investigasi telah dimulai, dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara, Letnan Jenderal Park Ki-wan, untuk mencari tahu penyebab kesalahan fatal ini.
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan gabungan besar-besaran di dekat perbatasan Korea Utara.
Latihan ini digelar sebagai bentuk unjuk kekuatan di tengah ancaman militer dari Pyongyang, menjelang latihan musim semi tahunan bulan ini.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Korea Selatan terjadi kesalahan pengeboman oleh jet tempur yang menyebabkan korban jiwa. (Berbagai sumber)







